OBAT HERBA UNTUK TOXOPLASMA

Posted by Cholil Saputra On Selasa, 08 Maret 2011 0 komentar

 Assalamu'alaykum wr. wb.

Tiga Bulan yang lalu isteri saya mengalami keguguran, dan setelah cek darah, oleh dokter dinyatakan terkena virus toxo. Sekarang masih dalam terapi dokter dengan obat-obatan kimiawi. Untuk penyakit ini, adakah therapy herba yang cocok untuk isteri saya? Terima kasih untuk jawabannya.

Wassalamu'alaikum,

Dodik
azzamku at eramuslim.com

Jawaban :

Waalaikumsalam Wr. Wb.

Toksoplasma atau toksoplasmosis adalah penyakit yang diakibatkan oleh parasit toksoplasma gondii. Tak hanya ditularkan oleh kucing namun juga dapat ditularkan oleh semua jenis satwa termasuk burung, ikan, kelinci, anjing, babi, kambing dan mamalia lain. Parasit ini juga dapat ditemukan pada daging setengah matang, telur setengah matang, buah-buahan, atau sayuran yang tercemar tinja hewan peliharaan yang mengandung oosit toksoplasma, salah satu bentuk toksoplasma yang dapat menimbulkan infeksi.

Toksoplasma dalam bentuk tachizoit terdapat dalam cairan tubuh seperti darah, air liur, dan cairan sperma, yang mampu ditularkan oleh serangga lewat gigitan. Tachizoit pun bisa bersarang di calon telur atau kelenjar susu sehingga tidak menutup kemungkinan telur dan air susu pun bisa tertular toksoplasma.

Penularan juga bisa terjadi lewat transfusi darah atau transplantasi organ yang membawa kista toksoplasma. Cangkok jantung, ginjal, dan hati bisa menjadi ajang penularan toksoplasma. Sebenarnya, toksoplasma dapat menyerang siapa saja tanpa memandang jenis kelamin dan umur. Sebagian besar orang yang terinfeksi toksoplasma telah membentuk kekebalan tubuh sehingga parasit toksoplasma tidak berkembang dan terbungkus dalam kista yang terbentuk dari kerak perkapuran (kalsifikasi).

Pada orang dewasa toksoplasma biasanya menimbulkan gejala berupa rasa lelah, nyeri kepala, sakit tenggorokan, demam, pembesaran kelenjar getah bening termasuk hati serta limpa, maupun gangguan pada kulit. Namun, itu semua bukan gejala yang khas sehingga sulit untuk mengetahui adanya toksoplasma dalam tubuh seseorang hanya dari gejala yang ditimbulkannya sehingga banyak penderita maupun dokter mengabaikannya.

Infeksi toksoplasma baru bisa dideteksi jika dilakukan pemeriksaan darah di laboratorium melalui uji serologis (serum darah), yaitu dengan mendeteksi adanya antibodi khas antitoksoplasma. Seseorang dinyatakan terinfeksi toksoplasmosis jika dalam darahnya terdeteksi IgM dan IgA antitoksoplasma positif.

Bila indikasi infeksi positif, orang tersebut harus segera diberi penanganan sedini mungkin. Terapi harus dilakukan terus sampai persalinan. Bahkan, setelah persalinan akan dilakukan pemeriksaan pada bayi. Bila didapat lgM positif maka bisa dipastikan bayi telah terinfeksi. Meski hasilnya negatif sekalipun, pemeriksaan berkala tetap harus dilakukan sesudahnya.

Pada dasarnya manusia resisten (kebal) terhadap infeksi toksoplasma. Walaupun terinfeksi (kuman masuk ke dalam tubuh), itu tidak menimbulkan gejala penyakit. Namun, pada wanita hamil ternyata dapat berdampak signifikan, seperti mengakibatkan abortus (keguguran), atau cacat pada janin.

Ibu hamil yang mengalami infeksi primer toksoplasma sesaat menjelang hamil, selama hamil atau reaktivasi, dapat menularkan penyakit toksoplasma kepada bayinya. Semakin tua usia kehamilan, semakin mudah untuk terkena toksoplasma. Namun, semakin muda janin terkena infeksi, semakin berat manifestasi klinisnya.

Berdasarkan beberapa hasil penelitian, sekitar 40 persen wanita hamil pengidap toksoplasma pada awal kehamilan, janin yang dilahirkan akan terinfeksi, dan 15 persen mengalami abortus atau kelahiran dini. Sebanyak 17 persen janin terinfeksi pada trimester pertama, 24 persen pada trimester kedua, dan 62 persen pada trimester ketiga.

Bila infeksi terjadi pada usia kehamilan trimester kedua atau ketiga, penularan akan terjadi lewat ari-ari (plasenta). Meski kemungkinan janin dapat terus berkembang, tapi dapat juga membahayakan jaringan otot jantung dan otak, sehingga dapat mengakibatkan cacat, seperti ukuran kepala bayi lebih kecil atau lebih besar dari ukuran normal. Akibat lain, janin juga bisa mengalami keterbelakangan mental atau kelemahan pada bagian atau anggota tubuh tertentu.

Tip Pencegahan

Agar dapat dilakukan pencegahan dini terhadap parasit Toksoplasma yang membahayakan ini, Anda dapat melakukan beberapa tip berikut ini:

Hindari bergaul terlalu akrab dengan binatang peliharaan, terutama kucing dan burung, serta jagalah selalu kebersihan lingkungan. Karena parasit yang masuk dalam tubuh hewan dapat bertahan lama, maka bila memasak daging, cucilah terlebih dahulu sampai bersih, lalu masaklah sampai matang.

Cuci tangan sebelum dan setelah memegang atau mencuci daging mentah atau bahan makanan lainnya. Bila ingin berkebun, gunakan sarung tangan khusus dan jangan lupa mencuci tangan Anda sesudahnya dengan sabun antiseptik sampai bersih.

Sebelum makan sayuran segar yang masih mentah atau buah-buahan, cucilah terlebih dahulu di bawah air yang mengalir. - Jaga agar makanan tidak dihinggapi lalat, semut, kecoa atau binatang lainnya.

Idealnya, sebelum hamil, pasangan suami-istri memeriksakan kesehatannya. Jika Anda berpotensi terkena Toksoplasma, segeralah melakukan tes TORCH agar dapat dilakukan pengobatan sejak dini. Tanaman obat atau herba yang bisa digunakan untuk mengatasi virus toksoplasma adalah: sambiloto dan brotowali. Kedua bahan tersebut diambil secukupnya lalu direbus. Ada baiknya istri anda banyak mengkonsumsi ikan, baik tawar maupun laut.

0 komentar:

Poskan Komentar